KEMBALI KE ARTICLES

Aku, The Jeblogs, dan Klaten

02 Sep 2026 Iqbal Aprilianto 89 Views ARTIKEL
Sudah 3 tahun lamanya aku berkenalan dengan mas-mas anggota karang taruna ini. Masih ku ingat pertemuan pertama kita, gigs kecil yang diselenggarakan di belakang PGS. Bahkan saat itu kalian sudah menjadi headliner, menggeser LIPS!! yang saat itu berstatus sebagai band Jakarta. Setelahnya The Jeblogs merilis album 'Sambutlah’. Album yang menarik perhatian banyak pecinta rock alternatif dan britpop. Karena warna musik mereka memang sangat terinspirasi dengan The Strokes dan beberapa band rock yang naik saat British Invasion.

Geliat mereka di gelanggang musik nasional mulai mendapat perhatian massa luar JogLo, sejak mereka tampil di Cherrypop tahun 2024. Festival musik besar pertama mereka. 2 tahun setelah makin menancapkan taji mereka, The Jeblogs akhirnya mengadakan showcase album mereka.

27 Desember 2025 dipilih sebagai hari baik untuk merayakan album debut mereka. Lapangan basket SL Court disulap menjadi wahana pertunjukkan dan situs pameran. Bagiku acara ini terasa seperti kegiatan halalbihalal skena. Aku bertemu dan berbincang lagi dengan mas Alva Christo, seorang fotografer panggung andalan band-band Yogyakarta. Bertemu juga dengan beberapa sesepuh skena lokal Klaten. Tak lupa aku melihat juga kehadiran Felix Dass yang menyempatkan waktu untuk hijrah ke Klaten.

Promosi yang dilakukan The Jeblogs untuk showcase ini juga unik. Mereka juga mempromosikan beberapa hotel dan penginapan terdekat dengan venue pertunjukkan. Seperti kata K3BI, "Satu naik semua terbang", attitude itu yang selalu diamalkan oleh mas-mas CoKlat (Cowo Klaten). Selain itu ada sebuah rilisan fisik yang ditunggu Para Sisifus (Sebutan penggemar The Jeblogs) dan penikmat rilisan fisik, yaitu vinyl atau piringan hitam. The Jeblogs menggandeng Bojakrama Press untuk membuat vinyl ini dengan varian tiga warna, merah marble, transparan, dan putih. Antusias warga juga positif terhadap vinyl Sambutlah ini. Apa daya sisi fungsionalku lebih memilih untuk membeli CD dan tidak lupa meminta legalisir ke Ryan, Dani, Amir, Valent, dan Prima.

Hal lain yang membuat show ini lebih terasa seperti family gathering daripada pertunjukkan musik adalah bagaimana para penampil mingle saat sebelum mereka manggung. Jadi kalian bisa minta tanda tangan atau foto bersama walaupun sesi meet & greet sudah selesai. Tapi kalau kalian pernah menyaksikan partai kandang The Jeblogs, hal ini lumrah. Selain karena mereka memang para pemuda yang tumbuh besar di scene, mereka juga punya kolektif 'God Save The Gigs'. Sebuah kolektif yang lahir karena kejenuhan Jeblogs dan kawan-kawan terhadap gigs di Klaten yang saat itu kurang proper.

Pertunjukkan dibuka oleh Trico, salah satu kawan dan kolaborator The Jeblogs. Di sini Trico juga meniru hal yang dilakukan rekan sejawatnya. Selain membawakan beberapa lagu baru dan lagu yang belum dirilis, dia juga membawakan beberapa lagu lawasnya. Dan seperti biasa tidak lupa Lavoz juga ikut ke atas panggung untuk membawakan lagu 'Silver Black' dan 'C’est La Vie’.

Setelah pemanasan yang dipimpin oleh Trico, saatnya The Jeblogs tampil. Di showcase ini ada tiga fase penampilan The Jeblogs yang menggambarkan perjuangan mereka di dunia musik.

Fase 1: Napak tilas EP dan Single
Fase pertama dibuka dengan membawakan beberapa lagu EP dan single mereka. Semua lagu yang selalu masuk setlist pra-Sambutlah berkumandang malam itu. 'Aku Ada' menjadi kick off fase awal ini, setelahnya dilanjutkan 'Berantakan’, 'Mesin Waktu’, 'Apa Yang’, kemudian ditutup dengan lagu paling manis mereka 'Bonjour’. Formula lagu The Jeblogs yang menggunakan kalimat sederhana dan nada yang sing along membuat penonton bisa ikut bernyanyi dan menari bersama.

Fase 2: The Jeblogs Cover Era
Di sini The Jeblogs membawakan beberapa lagu yang sering mereka bawakan saat bank lagu mereka masih sedikit. Hanya dua lagu yang bisa aku kenali, 'There Is A Light That Never Goes
Out' dari The Smith dan 'KKK Took My Baby Away' dari Ramones. Attitude "Satu naik semua terbang" kembali ditunjukkan di sini oleh The Jeblogs. Dimana mereka mengajak beberapa kawan-kawan mereka, beberapa muka yang familiar ada Nico dari Untitled Joy. Sebelumnya Nico juga pernah membantu Jeblogs saat manggung di Es Teh Desa Fest. Selain itu ada Jiwe dari The Kick dan Dhuta dari The Skit. Menyenangkan bisa melihat tiga vokalis ini (Amir, Jiwe, Dhuta) satu panggung.

Fase 3: Merayakan Sambutlah
Fase yang bisa membuat aku merinding. Memang aku tidak bisa menasbihkan sebagai Para Sisifus senior. Tapi sebagai orang yang memutuskan mulai mendukung setelah pertemuan pertama, aku merasakan sensasi yang unik. Aku merasa seperti melihat kawan masa kecil kita yang bisa meraih mimpi yang sering ia bagikan sedari dulu. Setlist di fase ini sesuai dengan tracklist 'Sambutlah’. Dan ditutup dengan lagu kolaborasi mereka dengan Lealona, 'Sekian, Terima Kasih’. Energi Para Sisifus yang datang dari berbagai penjuru negeri ini menambah spesial pertunjukkan The Jeblogs di malam itu. Banyak yang berselancar, ada yang membuat kereta panjang dan berkeliling mengajak yang lain, banyak yang menari juga. Sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan.

Setelah pertunjukkan usai, aku sejenak duduk di belakang FOH sembari menyaksikan beberapa Para Sisifus yang sedang bersilaturahmi, melihat panggung yang kosong, dan melihat ekspresi lelah wajah crew The Jeblogs. Di situ aku juga retrospeksi, perjalananku mendukung The Jeblogs ternyata tidak hanya membuatku mencintai mereka tapi juga mencintai Klaten. Kabupaten kecil yang sejak dulu dikenal sebagai penghasil beras Rojolele dan berperan juga sebagai jembatan bagi orang Solo saat berjalan ke Jogja atau sebaliknya. Mungkin dulu di generasi tua orang Klaten mempunyai kebanggaan di seni komedi lewat alm. Dono Warkop DKI. Sekarang di generasiku kami bisa berbangga memiliki The Jeblogs sebagai duta Klaten di kancah musik. Dari The Jeblogs juga aku bisa mengenal Lavoz, OM Kacau Balau, dan beberapa grup musik lain yang berasal dari Klaten. Bisa dibilang The Jeblogs adalah gerbang baru untukku agar bisa mengenal Klaten lebih dalam lagi.

Terimakasih The Jeblogs, terimakasih Klaten, terimakasih Ayah. Bersinar selamanya!!!!